back to top
25.6 C
Indonesia
Minggu, Agustus 31, 2025

Buy now

Rehab Gedung PAUD Tunjung Teja Diduga Gunakan Material Murahan, TPK dan Pjs Disebut Makan Gaji Buta

SERANG, penasultan.co.id | Proyek rehabilitasi gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, tengah disorot publik. Proyek yang menelan anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2025 sebesar Rp105.401.050 ini diduga kuat menggunakan material di bawah standar dan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hasil investigasi penasultan.co.id di lapangan menemukan bahwa tidak ada kehadiran Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) maupun Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa di lokasi proyek. Material yang digunakan pun dinilai berkualitas rendah, sementara para pekerja justru berasal dari luar desa, bertolak belakang dengan semangat pemberdayaan masyarakat lokal dalam program Dana Desa.

“Kami dari kota semua, tepatnya dari Desa Bendung, Kecamatan Kasemen. Sudah kerja satu minggu, upahnya harian tapi dibayar setelah proyek selesai,” ujar salah satu pekerja saat diwawancarai di lokasi pada Senin (7/7/2025). Ia juga menyarankan agar informasi lebih lanjut ditanyakan langsung kepada Bu Pjs.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Deni, selaku Pjs Kepala Desa, hanya menjawab singkat, “TPK-nya Pak Yudi”. Namun sangat disayangkan, Yudi selaku TPK tidak memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi. Pertanyaan media hanya dibaca tanpa dibalas, menambah kuat dugaan adanya pengabaian tanggung jawab atau indikasi praktik makan gaji buta.

Minimnya keterlibatan warga, material murah, dan sikap tertutup dari pihak desa menjadi tanda tanya besar soal transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek. Masyarakat menilai proyek ini berpotensi merugikan keuangan negara dan melanggar prinsip pengelolaan dana desa.

Menanggapi temuan ini, redaksi penasultan.co.id akan melakukan klarifikasi lebih lanjut ke pihak Kecamatan Tunjung Teja dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang.

Jika terbukti ada penyimpangan, masyarakat mendesak agar aparat pengawas dan penegak hukum segera turun tangan. Dana desa seharusnya dikelola secara transparan, bukan dijadikan lahan bancakan oknum tidak bertanggung jawab.

(Tisna)

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan

TRENDING

Waspada Skema Makin Rapi! Janji Pengembalian Dana di Aplikasi N15Ad Diduga Tipuan Lanjutan Lewat...

12
Serang penasultan.co.id – Dugaan penipuan digital berkedok pekerjaan online lewat aplikasi N15AdJob atau Next15Ad makin terang benderang. Setelah banyak korban mengaku tertipu oleh skema...

Resmi Ambruk! Aplikasi N15Ad dan Situs Refund ZCMOB Down Total per 1 Juli 2025

5
Serang – penasultan.co.id | Skandal penipuan digital yang melibatkan aplikasi kerja online N15AdJob akhirnya memasuki klimaks tragis: aplikasi resmi tidak dapat diakses per Selasa,...

Terbongkar! Aplikasi N15 AdJob Diduga Kuat Modus Penipuan Online Terorganisir, Masyarakat Diminta Waspada

0
Serang – Publik kembali dihebohkan dengan munculnya aplikasi berlabel “pekerjaan digital” bernama Next15Ad atau N15AdJob yang belakangan ini diduga kuat merupakan modus penipuan online...

Bisakah Uang Jaminan di Aplikasi N15 Dikembalikan? Berikut ini Faktanya

0
Serang – penasultan.co.id | Ribuan masyarakat kini menaruh harapan pada satu pertanyaan besar: apakah uang jaminan kerja yang disetor ke aplikasi N15AdJob bisa dikembalikan?...

Bongkar Mafia Tanah! Polda Banten Tangkap Otak Penyerobotan Lahan di Kragilan

0
Serang – Polda Banten kembali menunjukkan tajinya dalam memberantas praktik mafia tanah di wilayah hukumnya. Kali ini, Melalui Penyidik Subdit Harda (Harta Benda) berhasil...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini