Serang, penasultan.co.id – 24 Juli 2025 Semangat pengabdian kepada masyarakat terus digaungkan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 8 Universitas Bina Bangsa. Kali ini, mereka menggagas kegiatan bertajuk Kolaborasi Ke Ladang dengan terjun langsung membantu petani di Kampung Cikoneng, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang.
Kegiatan yang berlangsung sejak siang hingga sore ini menjadi bagian dari program kerja di bidang sosial budaya dan ekonomi produktif. Tujuannya tak lain adalah untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas kehidupan petani serta menjembatani potensi pertanian desa dengan akses pasar yang lebih luas.
Di lahan pertanian cabai milik Kelompok Tani setempat, seluruh anggota mahasiswa KKM antusias mengikuti setiap proses budidaya cabai. Mulai dari pengolahan lahan, teknik penanaman, pemupukan, penyiangan gulma, hingga cara panen yang tepat—semua dipelajari dan langsung dipraktikkan oleh para mahasiswa.
“Kami tidak hanya mendengarkan, tapi juga langsung mempraktikkan cara menanam cabai dengan jarak ideal, memilih jenis pupuk yang sesuai, dan mengenali cabai yang siap panen,” ungkap salah satu mahasiswa peserta KKM.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ketua Kelompok Tani sekaligus pemilik lahan. Dalam diskusi santai di bawah rindangnya pepohonan, para mahasiswa menggali informasi seputar siklus tanam, hama tanaman, hingga tantangan dalam memasarkan hasil panen.
Dari diskusi tersebut, terungkap bahwa hasil panen cabai selama ini hanya dijual ke pasar lokal dan pengepul, dengan jangkauan pemasaran yang masih terbatas.
“Kami senang ada mahasiswa yang mau terjun langsung ke lapangan seperti ini. Harapannya, dari anak muda bisa muncul ide-ide baru untuk kemajuan pertanian,” ujar Ketua Kelompok Tani.
Melihat potensi pertanian yang besar di wilayah Cikoneng, mahasiswa KKM Kelompok 8 terinspirasi untuk membantu membuka jalur pemasaran yang lebih luas. Dengan bekal pengetahuan digital dan strategi pemasaran modern, mereka ingin memperkenalkan kelompok tani kepada platform online serta memperluas jejaring distribusi hasil tani.
Meski masih menjadi langkah awal, kolaborasi ini diharapkan menjadi titik mula sinergi berkelanjutan antara mahasiswa dan petani. Tidak hanya dalam sektor pertanian, namun juga dalam membangun kesadaran bahwa agrikultur desa punya potensi luar biasa bila dikelola dengan pendekatan generasi muda yang inovatif.