back to top
20.7 C
Indonesia
Senin, September 1, 2025

Buy now

DPUPR Kabupaten Serang Membangun Pengolahan Sampah Berbasis Thermal

SERANG — Pemerintah Kabupaten Serang Melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR), Bidang Sanitasi dan air minum membangun Tempat pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan mengadakan mesin berbasis thermal untuk pengelolaan sampah yang sedang dilaksanakan Di desa Kibin, kecamatan Kibin kabupaten serang provinsi Banten, 

Hadirnya mesin ini diharapkan dapat menangani permasalahan sampah di wilayah kabupaten Serang, selain itu pengadaan mesin ini adalah salah satu program unggulan pemkab Serang, guna mengentaskan permasalahan sampah di kabupaten serang.

Disampaikan oleh Bidang Sanitasi dan Air Minum, H. Mochamad Ronny Natadipraja, S.T, M.M, Bahwa pemkab Serang saat ini sedang krisis dalam mengatasi pengolahan sampah dimana selama ini sampah-sampah yang berada di wilayah kabupaten serang dibuangnya ke cilowong, namun setelah cilowong itu diambil alih oleh kota serang, kita itu diminta retribusi yang tinggi jika ingin membuang sampah disana, beberapa kali telah dilakukan negosiasi dengan pihak pemerintah kota serang, namun belum mendapatkan solusi terbaik bagi ke 2 belah pihak dan kemudian kita buang sampah di Cilegon cuman dalam perjalanan akhirnya di Cilegon juga melakukan penawaran yang tinggi juga, oleh karena itu bupati serang, melakukan inovasi dengan menggunakan teknologi pembakaran terhadap penanganan sampah di kabupaten serang, yang mesin nya itu disebut dengan incinerator, ungkapnya, Senin, (30/10/2023) Saat di temui di ruang kerjanya sore.

Untuk ditahun 2023 ini lanjut kata H. Ronny, pembangunan TPST dan pengadaan mesin incinerator itu dilakukan di wilayah kecamatan Kibin terlebih dahulu, adapun mesin incinerator yang akan dipasangkan terdiri dari dua unit, dan satu Unit mesin incinerator memuat kapasitas 20 ton perhari, jadi untuk dua Unit mesin incinerator itu bisa memuat 40 ton perharinya, Imbuhnya,

Ia Pun menjelaskan Kegiatan pemasangan mesin incinerator di kecamatan kibin ini sudah dilaksanakan dari bulan juli lalu, untuk pengadaan mesin incinerator sendiri dengan cara menggunakan e-katalog dengan menunjuk PT Antana, pabrik nya ada di bandung. 

“untuk pengadaan mesinnya sendiri sudah mencapai 100% sudah di droping dari PT Antana ke Kibin, sekarang mesin itu sedang di install kan dilapangan tinggal di pasangkan saja lalu disambung kan ke cerobong, panel instalasi listrik dan sebagainya, jelasnya 

Posisi progres install alat ini laporannya sudah mencapai 80% sedangkan hanggar nya sendiri yang menjadi tempat pengelolaan sampah itu progres nya Baru di 75% harapannya di Minggu ini untuk perakitan mesin sudah selesai 100% dan nanti ketika sudah di uji running kemudian menyerahkan layak fungsi berbentuk sertifikat dari konsultan yang memberikan sertifikat layak uji barulah kita bayarkan,

“Jadi nanti persyaratan untuk pembayaran itu selain mesinnya sudah terpasang, sudah terinstal dengan baik, dan sudah uji running, dan uji nya itu berjalan dengan baik, harus juga menyerahkan kartu garansi selama satu tahun, dan sertifikat layak fungsi dari konsultan penguji, katanya.

Dirinya menjelaskan Untuk anggarannya, satu unit mesin incinerator, sebesar 11 milyar dikalikan dua menjadi 22 milyar, 

“jadi kapasitas mesin ini mampu menampung masing-masing unit 20 ton sampah, dan mampu melakukan pembakaran dengan suhu di atas 1800° Derajat Celsius, suhu itu melebihi suhu api untuk pengelasan yang hanya di suhu 1000° Derajat Celsius, jadi semua sampah padat baik itu kaca maupun kaleng/logam jika dimasukkan ke dalam mesin ini akan berubah menjadi debu atau abu, nah nanti abu itu sendiri rencananya bisa di manfaatkan menjadi briket, seperti batako dan paving blok, paparnya.

Untuk luas lahan yang dipersiapkan tempat pengelolaan sampah ini sekitar 6000 meter, ada beberapa item salah satu itemnya untuk melakukan pekerjaan sipil dan melakukan pemagaran dibatas lahan 6000 meter ini, kemudian membuat hanggar, membuat ruang operasional, membuat kolam retensi untuk penanggulangan banjir, dan pengerasan jalan akses dari jalan utama menuju jalan ke plant atau ke TPST nya, itu semua dianggarkan diluar pengadaan mesin terpisah lagi, Kata Kabid.

mesin incinerator ini secepatnya akan di operasikan paling lambat di bulan Desember. “Di serah terima ke Dinas lingkungan hidup dan kecamatan terlebih dahulu dan langsung bisa di operasikan pada saat itu juga, insyaallah untuk peresmiannya rencananya akan langsung oleh ibu bupati serang karena beliau sangat antusias sekali dan benar-benar menginginkan program pengelolaan sampah ini bisa terealisasi di tahun 2023, sehingga, permasalahan sampah yang ada di kabupaten Serang satu persatu bisa dituntaskan, ujarnya.

Masih kata H. Ronny, “Sekarang ini baru penuntasan Sampah di wilayah Serang Timur, kemudian nanti insyaallah berdasarkan diskusi dengan bapeda dengan DLH di tahun 2024 itu kita akan mengentaskan permasalahan sampah di wilayah Serang Barat, dan selanjutnya semua wilayah baik itu wilayah Serang Utara maupun wilayah Serang selatan, akan bangunkan TPST di masing-masing wilayah,

“TPST yang di maksud adalah Tempat pengelolaan sampah terpadu, perlu di garis bawahi Jadi penanganan sampah di kabupaten serang adalah dengan metode pengolahan sampah bukan pembuangan sampah, jadi begini kenapa yang kita bangun ini mesin incinerator, supaya tidak terjadi polusi terhadap pemukiman sekitar dengan mesin incinerator ini tidak menimbulkan polusi bau, tidak menimbulkan polusi suara, tidak menimbulkan polusi kepada Air sekitarnya, jadi begitu sampah yang datang langsung dibakar dan selesai,

Keunggulan mesin incinerator ini selain tidak menimbulkan polusi, mesin ini juga tidak menggunakan bahan bakar, karna itu harganya pun tergolong aga mahal, karena tidak menggunakan bahan bakar, jadi panas yang dihasilkan dari pembakaran itu sendiri pembakaran itu di olah menjadi suatu energi terbarukan jadi continuity terus menerus, 

Pemilihan mesin incinerator ini berdasarkan hasil studi kelayakan yang sudah kita lakukan, dari hasil studi kelayakan itu di rekomendasikan pengguna mesin yang tidak menggunakan bahan bakar, karna hitungannya kalau kita menggunakan mesin yang menggunakan bahan bakar, itu murah di awal tapi seterusnya menjadi beban untuk mengalokasikan bajet bahan bakarnya, kalau ini kan sudah gak ada bajet lagi begitu, tutupnya.

[Redaksi]

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan

TRENDING

Waspada Skema Makin Rapi! Janji Pengembalian Dana di Aplikasi N15Ad Diduga Tipuan Lanjutan Lewat...

12
Serang penasultan.co.id – Dugaan penipuan digital berkedok pekerjaan online lewat aplikasi N15AdJob atau Next15Ad makin terang benderang. Setelah banyak korban mengaku tertipu oleh skema...

Resmi Ambruk! Aplikasi N15Ad dan Situs Refund ZCMOB Down Total per 1 Juli 2025

5
Serang – penasultan.co.id | Skandal penipuan digital yang melibatkan aplikasi kerja online N15AdJob akhirnya memasuki klimaks tragis: aplikasi resmi tidak dapat diakses per Selasa,...

Terbongkar! Aplikasi N15 AdJob Diduga Kuat Modus Penipuan Online Terorganisir, Masyarakat Diminta Waspada

0
Serang – Publik kembali dihebohkan dengan munculnya aplikasi berlabel “pekerjaan digital” bernama Next15Ad atau N15AdJob yang belakangan ini diduga kuat merupakan modus penipuan online...

Bisakah Uang Jaminan di Aplikasi N15 Dikembalikan? Berikut ini Faktanya

0
Serang – penasultan.co.id | Ribuan masyarakat kini menaruh harapan pada satu pertanyaan besar: apakah uang jaminan kerja yang disetor ke aplikasi N15AdJob bisa dikembalikan?...

Bongkar Mafia Tanah! Polda Banten Tangkap Otak Penyerobotan Lahan di Kragilan

0
Serang – Polda Banten kembali menunjukkan tajinya dalam memberantas praktik mafia tanah di wilayah hukumnya. Kali ini, Melalui Penyidik Subdit Harda (Harta Benda) berhasil...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini