back to top
22.8 C
Indonesia
Jumat, Februari 27, 2026

Buy now

Diduga BLT Kesra Dipotong Rp800 Ribu, Warga Desa Tirtayasa Mengaku Dipaksa Oknum RW

Serang, penasultan.co.id – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra) di Kampung Tirtayasa RT 04 dan RT 05, Desa Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, diduga bermasalah. Sejumlah warga penerima manfaat mengaku kecewa dan tidak ikhlas karena bantuan yang seharusnya diterima utuh justru dipotong hingga Rp800 ribu oleh oknum RW.

Berdasarkan keterangan warga, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya menerima Rp100 ribu dari total BLT Kesra yang dicairkan. Sisa dana tersebut diduga dipaksa diserahkan kepada oknum RW dengan dalih untuk dibagikan kepada warga lain yang belum pernah menerima bantuan.

Salah satu KPM berinisial AM, saat ditemui di kediamannya, mengaku merasa tertekan dan tidak memiliki pilihan lain selain menyerahkan uang tersebut.

“Saya dipaksa menyerahkan uang BLT Kesra ke desa melalui Pak RW sebanyak Rp800 ribu. Hati saya tidak ikhlas, tapi terpaksa,” ujar AM, Selasa (6/1/2025).

AM menjelaskan, awalnya ia dipanggil ke kantor desa dengan alasan ada bantuan. Setibanya di kantor desa, ia menerima surat barcode atas namanya sendiri. Namun, menurut pengakuannya, muncul ancaman bahwa jika dana diambil utuh, maka bantuan sembako berupa beras, telur, dan minyak goreng akan dihapus.

“Setelah uang dicairkan, kami semua dikumpulkan lagi di kantor desa. Saya bingung karena warga yang menerima bantuan langsung menyerahkan uangnya ke Pak RW. Setelah itu kami hanya diberi Rp100 ribu, katanya buat upah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, AM mengaku dipaksa memilih antara menyerahkan seluruh dana atau kehilangan bantuan lain ke depannya.

“Pak RW bilang kalau uangnya diambil semua sama bapak, bantuannya cuma sekali ini saja. Bantuan lain seperti sembako akan dihapus. Dipaksa seperti itu. Padahal ada penerima bantuan sampai Rp8 juta tapi tidak dipotong,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua RT 05 Jarkoni, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya pemotongan BLT Kesra tersebut. Namun, ia berdalih bahwa kebijakan itu merupakan hasil musyawarah warga.

“Uang BLT Kesra itu dipotong untuk dibagikan kepada warga yang belum pernah menerima bantuan sama sekali. Pada 31 Desember 2025, penerima BLT Kesra diminta menyerahkan Rp900 ribu kepada Pak Mimin selaku operator desa sekaligus RW. Mereka diberi uang transport Rp100 ribu,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil koordinasi tujuh RT di Desa Tirtayasa, disepakati setiap KPM menyumbangkan Rp800 ribu untuk membantu warga lain.

“Dari tujuh RT ada sekitar 40 KPM BLT Kesra. Di RT 05 sendiri sudah ada enam warga yang dibantu dari hasil uang tersebut,” katanya.

Namun, Jarkoni mengaku tidak mengetahui secara detail total dana yang terkumpul dan penyalurannya secara menyeluruh.

“Kalau lebih detail soal keseluruhan uang BLT Kesra, silakan tanyakan langsung ke Pak RW. Saya tidak hafal rinciannya,” tandasnya.

Untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut, tim media mendatangi kediaman RW Mimin, namun hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan BLT Kesra Rp800 ribu tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Tirtayasa Ridho juga belum memberikan respons meski telah dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp.

Atas dugaan kejanggalan dalam penyaluran BLT Kesra ini, tim media berencana dalam waktu dekat mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Serang guna meminta informasi dan klarifikasi lanjutan.

(Redaksi)

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini