Serang, Penasultan.co.id – Satu lagi potret buram pengelolaan proyek pemerintah kembali terkuak. Proyek Air Baku dan Air Tanah (ABSAH) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dibangun pada 2021 di Cibujung Sayar, Serang, kini berubah menjadi “monumen” terbengkalai.
Pantauan penasultan.co.id di lokasi membuat miris: pipa paralon hilang entah kemana, kolam yang seharusnya menjadi sumber air malah dipenuhi batu bata dan puing. Proyek yang menelan anggaran negara ini nyaris tak berbekas manfaatnya bagi warga.
Ketika awak media mencoba menelusuri jejak proyek ini, Ketua RT 02/05, Diron, awalnya sulit ditemui karena sedang bekerja. Warga sekitar, termasuk sekelompok ibu-ibu yang ditemui di dekat lokasi, justru mengaku tak paham kegunaan fasilitas tersebut.
“Tidak tahu itu gunanya untuk apa,” ucap salah satu warga.
Seorang warga bernama Habibi memberi petunjuk agar menghubungi dua nama yang disebut terlibat, yakni Muhdi dan Rosul. Rosul sempat menelepon awak media dan mengajak bertemu di rumah Muhdi, namun Rosul mengaku sedang di Jakarta dan menunda pertemuan hingga esok hari. Sayangnya, janji itu tak pernah ditepati. Pesan WhatsApp yang dikirim pun diabaikan.
Hingga Jumat (8/8/2025), Diron akhirnya memberikan pernyataan resmi. Ia blak-blakan mengakui proyek itu tidak pernah difungsikan sejak hari pertama.
“Dari awal memang tidak terpakai. Warga di sini sudah punya jetpam. Itu cuma dua talang saja, tidak memuaskan, dan masyarakat memang tidak butuh,” tegas Diron.
Lebih jauh, Diron menegaskan bahwa pelaksana kegiatan adalah Rosul dan Muhdi.
“Kalau mau tanya kerusakan atau mau komplain, tanya saja ke Rosul,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius: mengapa proyek yang sejak awal dinilai tak dibutuhkan warga tetap dipaksakan dan menggunakan anggaran negara? Apakah ada kajian kebutuhan sebelum proyek dijalankan? Dan mengapa tidak ada perawatan atau pengawasan pasca pembangunan?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kementerian PUPR belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, fasilitas yang seharusnya menopang kebutuhan air bersih warga Cibujung kini hanya menjadi saksi bisu kebijakan yang salah arah.
[Amin/Badrun]