Serang, penasultan.co.id – Warga Perumahan Graha Walantaka mengeluhkan tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang. Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kesehatan lingkungan.
Pantauan di lokasi, tumpukan sampah terlihat membludak di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Graha Walantaka, Jalan Blok M, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Sabtu (24/01/2026).
Material sampah didominasi sampah plastik, styrofoam, serta sampah rumah tangga yang telah membusuk.
Sejumlah warga mengaku sangat terganggu dengan bau tidak sedap yang ditimbulkan. Terlebih di musim penghujan seperti sekarang, banyak lalat hijau berterbangan hingga masuk ke rumah warga.
“Sampah tidak diangkut-angkut, baunya sampai ke sini. Apalagi pas makan rasanya mau muntah,” ujar salah seorang warga yang tinggal dekat TPS, Sabtu (23/01/2026).
Ia berharap pihak terkait segera mengambil tindakan.
“Coba kalau bisa diangkut, bilangin ke dinas. Baunya tak tahan, menyengat sekali. Sudah lama itu tidak diangkut. Di tempat lain banjir air, di sini banjir sampah. Bau bikin pusing,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Lurah Pengampelan Dayat tidak memberikan respons meskipun telah dikirimi pertanyaan dan foto kondisi sampah di lokasi.
Sementara itu, Ketua RT setempat saat dimintai keterangan mengatakan bahwa persoalan TPS merupakan kewenangan RW.
“Kalau sampah di TPS itu kewenangan pak RW, kecuali sampah warga baru itu urusan saya,” singkatnya.
Warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan lingkungan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit akibat pencemaran.
Menurut warga, persoalan sampah di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Namun kali ini, tumpukan dibiarkan lebih lama tanpa adanya pemberitahuan maupun penjelasan dari pihak terkait.
“Kami bukan tidak mau memahami, tapi seharusnya ada solusi atau setidaknya pemberitahuan. Jangan sampai sampah dibiarkan begitu saja,” ujar warga lainnya.
Warga berharap pemerintah setempat dan pihak terkait segera turun tangan serta melakukan evaluasi terhadap sistem pengangkutan sampah agar kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
(Redaksi)







