Sehari Pasca Razia, PSK di Petung Kembali Mangkal, Diduga Abaikan Imbauan Aparat

Serang, Penasultan.co.id – Fenomena pekerja seks komersial (PSK) di Kampung Petung, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan kembali menjadi sorotan. Pasalnya, hanya berselang satu hari setelah digelar razia gabungan oleh aparat, aktivitas prostitusi di lokasi tersebut dilaporkan kembali beroperasi.

Padahal sebelumnya, razia yang melibatkan unsur TNI-Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial, serta unsur Muspika Kragilan telah menjaring sejumlah wanita yang diduga terlibat praktik prostitusi. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan para PSK kembali mangkal, seolah mengabaikan imbauan aparat penegak hukum (APH).

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas tersebut bahkan berlangsung sejak siang hingga malam hari. Keberadaan para PSK di titik-titik tertentu pun terkesan semakin terbuka.

Salah seorang PSK asal Rangkasbitung berinisial K mengaku terpaksa kembali mangkal karena tekanan ekonomi. Ia menyebut tidak memiliki pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Mau makan apa saya, kalau tidak mangkal di sini? Anak saya masih kecil, baru kelas 3 SD. Saya sudah cerai, tidak punya keterampilan, ijazah juga percuma, kerjaannya bayarnya kecil,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/4/2026).

Di sisi lain, warga setempat menilai razia yang dilakukan selama ini belum memberikan efek jera yang signifikan. Rasid, salah satu warga, menyebut penanganan yang dilakukan masih bersifat sementara.

Kurangnya efek jera. Biasanya hanya didata, dinasihati, lalu dilepas atau dibina sebentar. Akhirnya mereka kembali lagi. Tapi menurut saya faktor utama tetap ekonomi,” ungkapnya.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap adanya langkah tegas dan berkelanjutan dari pemerintah daerah serta aparat terkait untuk mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.

Mereka mendorong agar razia dilakukan secara rutin dan tidak terjadwal secara terbuka guna menghindari kebocoran informasi. Selain itu, koordinasi lintas instansi dinilai penting, termasuk dengan Dinas Sosial untuk memberikan solusi jangka panjang bagi para PSK.

Kami berharap Satpol PP terus melakukan razia berkelanjutan, patroli malam rutin, dan koordinasi dengan TNI-Polri serta dinas terkait. Kalau perlu razia dilakukan secara senyap agar tidak bocor,” harap warga.

Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi aparat dan pemerintah daerah. Tanpa penanganan komprehensif yang menyentuh akar persoalan, praktik prostitusi di wilayah tersebut dikhawatirkan akan terus berulang.

(Tim Redaksi)

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru