Pandeglang, Banten – Dugaan tindak kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang. Peristiwa yang disebut sebagai pengeroyokan itu terjadi di kawasan Situ Cikedal, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Insiden tersebut diduga dipicu persoalan gadai mobil antara korban, Andriansyah, dengan dua terlapor berinisial B dan R.
Kantor Hukum PKBB & Partner resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum Andriansyah untuk mengawal proses hukum atas peristiwa tersebut. Kuasa hukum korban, Dr. C. Misbakhul Munir, SH, MH, menegaskan komitmennya dalam memastikan hak-hak kliennya terlindungi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami telah menerima kuasa dari Saudara Andriansyah untuk mendampingi dan memastikan hak-hak hukum klien kami terlindungi. Kami berharap aparat penegak hukum dapat memproses laporan ini secara profesional dan transparan,” ujar Misbakhul saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Andriansyah, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat dirinya menerima pesan WhatsApp dari B untuk membahas sengketa gadai mobil. Ia sempat mengusulkan agar pertemuan dilakukan di Alun-alun Kecamatan Menes, namun usulan tersebut ditolak. Pertemuan kemudian disepakati berlangsung di Situ Cikedal sekitar pukul 19.00 WIB.
Sebelum menuju lokasi, Andriansyah mengaku sempat mengantarkan istrinya ke rumah orang tuanya di Desa Karyautama, Kecamatan Cikedal. Setelah itu, ia langsung menuju tempat pertemuan.
Setibanya di lokasi, ia mendapati B datang bersama R. Awalnya, pembicaraan disebut berlangsung normal. Namun, situasi kemudian memanas hingga terjadi adu argumen.
“Awalnya kami berbicara seperti biasa soal mobil. Namun situasi memanas dan terjadi adu argumen,” kata Andriansyah.
Menurutnya, adu mulut tersebut berkembang menjadi perkelahian antara dirinya dan B. Dalam situasi itu, R disebut sempat melerai ketika B terjatuh. Namun, ketegangan kembali terjadi.
“Saya kira sudah selesai karena sempat dilerai dan saya berniat pergi. Tapi kemudian saya kembali diajak berkelahi. Saat saya terjatuh, saya dipukul berkali-kali di bagian kepala dan pelipis. Bahkan diduga ada batu yang digunakan,” ujarnya.







