Polisi Cek Harga Beras di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Pastikan Sesuai HET

JAKARTA, PENASULTAN.CO.ID — Jajaran Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama sejumlah instansi terkait melakukan monitoring harga dan ketersediaan pangan, khususnya komoditas beras, di wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat pedagang tetap berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sekaligus memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi kepada masyarakat.

Monitoring dipimpin jajaran Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, di antaranya AKP Tomi Kurniawan, S.T.K., S.I.K., AKP Sindhu Satria, S.Tr.K., S.H., M.H., IPTU Houston Teguh Aliarta, S.H., M.H., serta IPDA Kaisar Julio, S.H., M.H.

Dalam kegiatan tersebut, kepolisian berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, antara lain Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, serta Sudin PPKUKM.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik, yakni Pasar Muara Angke, Pasar Warakas, dan Pasar Pulau Kelapa.

Harga Beras di Pasar Muara Angke Masih Stabil

Di Pasar Muara Angke, petugas melakukan pengecekan harga beras di Toko Abadi Jaya. Berdasarkan hasil monitoring, beras premium dijual dengan harga sekitar Rp14.500 per kilogram, sedangkan beras medium berada di kisaran Rp14.000 per kilogram.

Petugas mencatat harga tersebut masih berada dalam ketentuan HET yang berlaku.

Pengecekan kemudian dilanjutkan ke Toko Beras Berkah Jaya di Pasar Warakas. Di lokasi tersebut, beras premium dijual sekitar Rp14.900 per kilogram dengan stok kurang lebih 2,2 ton.

Sementara itu, beras medium dijual dengan harga sekitar Rp14.200 per kilogram dengan ketersediaan stok mencapai 13,7 ton.

Selain komoditas beras premium dan medium, petugas turut mengecek ketersediaan beras SPHP. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program stabilisasi pasokan dan harga pangan dapat berjalan serta beras tersalurkan kepada masyarakat sesuai ketentuan.

Harga Beras di Pulau Kelapa

Monitoring juga dilakukan di wilayah Kepulauan Seribu, tepatnya di Pasar Pulau Kelapa.

Di Toko Babay, petugas menemukan harga beras medium sekitar Rp14.000 per kilogram, beras premium Rp14.900 per kilogram, sementara beras SPHP dijual sekitar Rp12.500 per kilogram.

Petugas tidak hanya memeriksa harga jual, tetapi juga memastikan ketersediaan stok di tingkat pedagang serta kelancaran distribusi beras kepada masyarakat.

Pengawasan Akan Dilakukan Secara Rutin

Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKP Tomi Kurniawan menegaskan bahwa monitoring harga dan distribusi pangan akan dilakukan secara rutin.

Pengawasan tidak hanya menyasar pasar tradisional, tetapi juga akan dilakukan di ritel modern, gudang produsen, hingga distributor.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya praktik perdagangan beras yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah, terutama terkait harga dan distribusi.

Terhadap pelaku usaha yang menjual beras di atas HET, petugas akan memberikan imbauan dan pembinaan dengan melibatkan instansi terkait.

Monitoring ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok tersebut dengan harga yang wajar.

Kepolisian memastikan pengawasan terhadap harga, stok, dan distribusi beras akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan serta mencegah praktik penjualan yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru