BPPKB Banten Tak Puas Jawaban Dishub: Soal Kecelakaan Bus, Alasan “Hanya Urus KIR” Dinilai Lempar Tanggung Jawab

SERANG, penasultan.co.id – Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten menyatakan tidak puas terhadap penjelasan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten terkait laporan kasus kecelakaan tragis yang melibatkan kendaraan Microbus Mitsubishi A-7502-B milik PT Armada Jaya Perkasa di wilayah hukum Polres Serang.

Dalam penjelasannya, pihak Dishub Banten menyebut bahwa kewenangan mereka hanya sebatas menilai kelayakan kendaraan melalui buku KIR, bukan untuk menindaklanjuti aspek hukum maupun perizinan operasional kendaraan.

“Kalau laporan terkait kecelakaan itu ke Dishub, kami hanya melihat dari kelayakan kendaraan saja. Soal izin, kami juga belum tahu, apakah itu izin kementerian atau di kami,” ujar Aldi, salah satu pejabat Dishub Banten, saat dikonfirmasi tim BPPKB, Senin (20/10/2025).

Dishub Dinilai Lempar Bola Panas

Pernyataan tersebut langsung memantik kekecewaan dari pihak BPPKB Banten, yang menilai Dishub terkesan melempar tanggung jawab dan tidak memberikan solusi konkret atas insiden yang telah merenggut korban jiwa.

Menurut keterangan Aldi, pihaknya hanya berwenang memeriksa kelayakan teknis kendaraan dari sisi KIR, sementara aspek hukum, izin operasional, dan tanggung jawab terhadap korban disebut menjadi ranah kepolisian dan perusahaan.

“Kalau kecelakaan seperti ini, paling kami hanya memeriksa kendaraannya, apakah masih layak atau tidak. Soal izinnya, kami juga belum tahu, apakah di Kementerian atau di kami,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa urusan ganti rugi atau kompensasi bukan tanggung jawab Dishub, melainkan antara perusahaan, sopir, dan pihak kepolisian.

“Kalau soal ganti rugi, itu bukan kewenangan Dishub. Itu langsung ke kepolisian dan perusahaan. Biasanya memang sopir dulu yang diperiksa, baru ke perusahaan,” tambah Aldi.

BPPKB: Jangan Cuci Tangan, Ini Soal Nyawa!

Menanggapi hal itu, Edi, Ketua PAC BPPKB Walantaka, menegaskan bahwa Dishub tidak bisa bersembunyi di balik urusan administratif KIR saja.
Menurutnya, Dishub juga memiliki peran penting dalam pengawasan armada dan penegakan kelayakan transportasi di lapangan.

“Kalau semua instansi berlindung dengan alasan ‘bukan ranah kami’, lalu siapa yang menjamin keselamatan masyarakat di jalan? Ini bukan sekadar surat KIR, ini soal nyawa manusia,” tegas Edi dengan nada kecewa.

Edi menilai, lemahnya pengawasan Dishub terhadap perusahaan transportasi justru membuka peluang kendaraan yang tidak layak jalan atau tidak berizin tetap beroperasi bebas hingga menimbulkan korban jiwa seperti dalam kasus PT Armada Jaya Perkasa.

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

VIDEO

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru