Serang, penasultan.co.id – Sebuah rumah sekaligus warung milik warga di Kampung Pegadungan RT 02/01, Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, ludes dilalap si jago merah akibat tersambar petir, Senin (23/02/2026) dini hari.
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Tanara menjelang waktu sahur. Pemilik warung, Haji Hasanah, mengaku saat itu dirinya baru saja selesai membereskan dan menutup warungnya.
“Baru saja tutup warung, tiba-tiba terdengar suara petir sangat keras menghantam bagian dalam warung,” ujar Hasanah saat ditemui di lokasi kejadian sekitar pukul 03.40 WIB.
Menurutnya, sambaran petir tersebut sempat menyerempet tubuhnya hingga membuat dirinya terpental. Dalam kondisi panik dan hujan deras, ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
“Alhamdulillah saya bisa selamat karena ditolong tetangga. Tapi tidak lama kemudian, isi warung langsung terbakar. Mungkin percikan api menyambar ke peralatan elektronik yang ada di dalam, dekat televisi,” tuturnya.
Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan warung serta rumah yang berada di lokasi yang sama. Sejumlah barang dagangan dan peralatan usaha hangus terbakar.
“Ludes, Pak. Uang kas untuk belanja sekitar Rp4 juta ikut terbakar. Salon (etalase) baru beli Rp4 juta juga habis. Dagangan juga habis semua. Saya bingung harus bagaimana membangun lagi,” keluh Hasanah dengan nada sedih.
Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi.
Salah satu warga, Tisna, mengatakan api mulai membesar sekitar pukul 00.30 WIB saat hujan masih deras mengguyur. Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan bersama warga berjibaku memadamkan api.
“Mobil pemadam datang beberapa menit setelah kejadian. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 01.00 dini hari,” ujarnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Api juga tidak sempat merembet ke rumah warga lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya sambaran petir, terutama saat hujan deras disertai kilat. Warga diimbau untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan mencabut peralatan elektronik saat terjadi cuaca ekstrem guna meminimalisir risiko kebakaran.
(Tisna)







