back to top
21.4 C
Indonesia
Rabu, Januari 21, 2026

Buy now

FMKSB Geruduk Kejati Banten, Soroti Dugaan Mark Up Sewa Gerai Samsat oleh Bapenda Provinsi

Serang, penasultan.co.id – Forum Mahasiswa Kabupaten Serang Bersatu (FMKSB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Jumat (31/10/2025). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyoroti dugaan praktik mark up sewa gerai Samsat yang melibatkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten.

Aksi yang diwarnai dengan orasi keras ini sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dan aparat keamanan dari unsur kepolisian dan TNI. Ketegangan terjadi saat aparat berupaya melarang massa aksi membakar ban di depan halaman Kejati Banten.

Lubis, selaku koordinator aksi FMKSB, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya menemukan indikasi adanya penyimpangan dalam pengelolaan sewa gerai Samsat di seluruh Provinsi Banten.

“Dalam penelusuran kami di lapangan, hampir semua gerai Samsat di Banten terindikasi mark up sewa tempat. Ini jelas merugikan keuangan daerah. Kami menilai Kejati Banten tumpul dalam penegakan hukum, terutama dalam menangani dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Lubis lantang.

Lebih lanjut, Lubis memaparkan bahwa FMKSB telah mengkaji dua instansi yang dianggap bermasalah, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Bapenda Provinsi Banten.

“Kami menemukan banyak pelanggaran di tubuh Bapenda, terutama di tingkat UPTD se-Provinsi Banten. Sewa gerai di LPSE tercatat tinggi, tapi hasil cek lapangan justru menunjukkan harga sewa jauh lebih rendah. Ini patut dicurigai sebagai praktik mark up,” tegasnya.

Massa aksi mendesak Kejati Banten untuk tidak hanya diam dan segera memeriksa Kepala Bapenda Provinsi Banten. Mereka menilai banyak uang rakyat yang “dimakan” oleh oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau itu bukan hak mereka, harus dikembalikan! Ada aspek hukum yang melekat dan harus ditegakkan. Kami ingin Kejati Banten tegas, jangan tumpul ke atas tapi tajam ke bawah,” tambahnya.

Lubis juga menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Kejati Banten yang dinilai tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat. Ia mengecam tindakan aparat yang mencoba membatasi ruang gerak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami kecewa karena Kejati Banten seolah menutup telinga. Bahkan aparat TNI dan polisi mencoba melarang kami berunjuk rasa. Padahal kami hanya ingin menyuarakan aspirasi rakyat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan, FMKSB mengancam akan melanjutkan aksinya ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta Pusat apabila Kejati Banten tidak segera menindaklanjuti dugaan korupsi tersebut.

“Kalau Kejati Banten tidak bergerak, kami akan turun ke Kejagung. Kami ingin dua instansi itu, DPUPR dan Bapenda Banten, diperiksa secara tuntas karena kuat dugaan ada praktik korupsi yang merugikan uang rakyat,” pungkas Lubis.

(Tisna)

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan

TRENDING

Waspada Skema Makin Rapi! Janji Pengembalian Dana di Aplikasi N15Ad Diduga Tipuan Lanjutan Lewat...

12
Serang penasultan.co.id – Dugaan penipuan digital berkedok pekerjaan online lewat aplikasi N15AdJob atau Next15Ad makin terang benderang. Setelah banyak korban mengaku tertipu oleh skema...

Resmi Ambruk! Aplikasi N15Ad dan Situs Refund ZCMOB Down Total per 1 Juli 2025

5
Serang – penasultan.co.id | Skandal penipuan digital yang melibatkan aplikasi kerja online N15AdJob akhirnya memasuki klimaks tragis: aplikasi resmi tidak dapat diakses per Selasa,...

Terbongkar! Aplikasi N15 AdJob Diduga Kuat Modus Penipuan Online Terorganisir, Masyarakat Diminta Waspada

0
Serang – Publik kembali dihebohkan dengan munculnya aplikasi berlabel “pekerjaan digital” bernama Next15Ad atau N15AdJob yang belakangan ini diduga kuat merupakan modus penipuan online...

Bisakah Uang Jaminan di Aplikasi N15 Dikembalikan? Berikut ini Faktanya

0
Serang – penasultan.co.id | Ribuan masyarakat kini menaruh harapan pada satu pertanyaan besar: apakah uang jaminan kerja yang disetor ke aplikasi N15AdJob bisa dikembalikan?...

Bongkar Mafia Tanah! Polda Banten Tangkap Otak Penyerobotan Lahan di Kragilan

0
Serang – Polda Banten kembali menunjukkan tajinya dalam memberantas praktik mafia tanah di wilayah hukumnya. Kali ini, Melalui Penyidik Subdit Harda (Harta Benda) berhasil...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini