Klarifikasi Puskesmas Gunungsari di Media Lain Tuai Sorotan, Keluarga Korban Tetap Bersikukuh Pernah Datang Cari Pertolongan

Serang, penasultan.co.id – Polemik dugaan lambannya penanganan pasien persalinan di Puskesmas Gunungsari terus bergulir. Setelah beberapa kali diberitakan media penasultan.co.id, kini muncul klarifikasi dari pihak puskesmas yang diterbitkan oleh salah satu media online lain pada Sabtu (23/05/2026).

Dalam klarifikasi tersebut, pihak Puskesmas Gunungsari melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Utami Prananda, membantah adanya pasien atas nama almarhumah Muhayaroh yang datang ke puskesmas pada 1 Mei 2026.

Pihak puskesmas juga menyebut pelayanan UGD dan persalinan tetap berjalan selama 24 jam, termasuk pada hari libur nasional. Selain itu dijelaskan bahwa petugas bidan tetap berjaga pada hari kejadian dan hanya sempat keluar sekitar 15 menit untuk makan siang sebelum kembali bertugas.

Tak hanya itu, dalam klarifikasi yang dimuat media lain tersebut, pihak puskesmas menyampaikan bahwa berdasarkan audit internal, pasien disebut lebih dahulu berada di Praktik Bidan Mandiri (PBM) selama beberapa jam sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Namun demikian, klarifikasi tersebut justru memunculkan berbagai tanggapan dari pihak keluarga korban maupun masyarakat.

Keluarga almarhumah tetap meyakini bahwa korban benar sempat datang ke Puskesmas Gunungsari untuk mencari pertolongan medis sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan lainnya.

Menurut keluarga, saat itu korban datang didampingi beberapa orang saksi, termasuk suami korban dan pihak keluarga lainnya.

Polemik semakin berkembang lantaran awak media penasultan.co.id mengaku sempat meminta rekaman CCTV kepada pihak puskesmas untuk memastikan kronologi secara objektif. Akan tetapi, menurut keterangan awak media, rekaman tersebut tidak diperlihatkan secara langsung.

“Keluarga siap mengakui dan menjelaskan bahwa korban memang datang ke puskesmas pada hari itu,” ujar salah satu pihak keluarga kepada awak media.

Selain itu, muncul pula dugaan adanya intimidasi terhadap keluarga korban setelah kasus ini menjadi perhatian publik. Dugaan tersebut disebut berkaitan dengan komunikasi dari salah satu oknum tenaga kesehatan kepada pihak keluarga.

Meski begitu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yang disebut dalam dugaan tersebut.

Sebelumnya, Sri Rahayu Basukiwati, Camat Gunungsari juga telah menyampaikan bahwa persoalan pelayanan di Puskesmas Gunungsari bukan kali pertama dikeluhkan masyarakat. Bahkan menurutnya, fasilitas kesehatan tersebut pernah mendapat protes atau di demo dari warga terkait pelayanan.

Tokoh masyarakat dan sejumlah warga Kecamatan Gunungsari kini berharap adanya langkah transparan dari seluruh pihak agar fakta sebenarnya dapat terungkap secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Awak media penasultan.co.id masih terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik.

(Tim Red/*)

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru