Serang, penasultan.co.id – Polemik dugaan lambannya penanganan pasien ibu bersalin yang berujung meninggal dunia di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, terus bergulir dan menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak mulai angkat bicara, mulai dari bidan yang menangani pasien hingga tokoh masyarakat setempat.
Pada Jumat (22/05/2026), bidan berinisial YL yang sempat menangani almarhumah memberikan keterangan kepada awak media. Namun, ia mengaku lebih fokus pada penanganan medis pasien dan enggan menjelaskan secara rinci kronologi kedatangan keluarga pasien yang sebelumnya disebut sempat mendatangi Puskesmas Gunungsari.
“Saya fokus pada penanganan pasien,” ujar YL singkat saat dikonfirmasi awak media.
Meski demikian, YL membenarkan bahwa pihak puskesmas sempat mendatangi kliniknya untuk menanyakan kronologi terkait pasien tersebut.
“Mereka datang ke klinik dan menanyakan kronologis pasien, tapi saya tidak bisa menjelaskan secara rinci poin-poin pertanyaannya,” katanya.
Lebih lanjut, YL mengungkapkan bahwa pasien datang ke kliniknya sekitar pukul 13.00 WIB dengan kondisi kesehatan yang dinilai memerlukan penanganan lanjutan.
“Benar mereka datang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat diperiksa, HB pasien rendah dan kondisi bayi terlihat besar. Saya menyarankan agar segera dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menambah rangkaian fakta dalam kasus yang kini menjadi sorotan masyarakat Kecamatan Gunungsari.
Sementara itu, Jajuli selaku pembina dari Kecamatan Gunungsari menilai pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas publik seperti puskesmas, seharusnya mengedepankan sikap humanis dan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam.
“Pegawai puskesmas harus melayani masyarakat dengan humanis, baik pagi, siang maupun malam. Dalam kondisi apapun harus siap,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya evaluasi serius apabila memang ditemukan kesalahan dalam pelayanan terhadap masyarakat.
“Kalau mereka mengakui kesalahan itu bagus. Mudah-mudahan ke depan diperbaiki, jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi karena keluhan masyarakat sudah sangat banyak,” tegasnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Sri Rahayu Basukiwati. Camat Gunungsari mengungkapkan bahwa pihak puskesmas sempat mendatanginya tanpa undangan resmi dan menyampaikan pengakuan terkait persoalan yang terjadi.
“Mereka datang ke sini dan mengakui kesalahannya. Datang juga tanpa ada undangan,” ujar Sri Rahayu Basukiwati kepada awak media.
Di sisi lain, tokoh masyarakat Gunungsari sekaligus Ketua PPD Gunungsari, TB Abdul Munir, meminta agar persoalan ini tidak berhenti hanya pada klarifikasi semata.
Menurutnya, apabila pelayanan kesehatan terbukti tidak sesuai standar hingga berdampak fatal terhadap pasien, maka harus ada langkah tegas dari pihak terkait.
“Kalau memang pelayanan puskesmas tidak sesuai terhadap pasien, minimal harus ada teguran lisan maupun tertulis. Pelayanan kesehatan itu kebutuhan utama masyarakat, khususnya warga pedesaan di Kecamatan Gunungsari,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran media yang dinilai telah membantu menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
“Kami berterima kasih kepada media karena sudah menyuarakan keluhan masyarakat. Jika ada pelayanan yang bisa menyebabkan kematian, tentu harus ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Kabupaten Serang. Warga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan di wilayah Gunungsari agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kode etik jurnalistik.
(Tim Redaksi)
