Jakarta – Nama Setara Institute tercoreng akibat dugaan tindak penipuan yang melibatkan salah satu pendirinya, Syarif Bastaman. Ia diduga menjalankan aksi penipuan secara sistematis dan terstruktur, yang juga menyeret sejumlah pihak lain, termasuk anak kandungnya.
Seorang pengusaha muda, Davin Pramasdita, mengaku menjadi korban dalam kasus tersebut. Ia menuturkan telah mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat investasi yang diduga fiktif.
Menurut Davin, peristiwa bermula pada akhir November 2025 saat dirinya diperkenalkan kepada Syarif Bastaman oleh dua orang, yakni Rony Sulaiman dan Muhammad Antoni yang disebut sebagai bagian dari manajemen PT Syabas Energi. Dalam pertemuan itu, Davin ditawari investasi proyek dengan iming-iming keuntungan sebesar 50 persen dalam jangka waktu 40 hari.
“Setelah dibuat surat perjanjian, saya menitipkan uang sebesar Rp2 miliar dengan janji keuntungan 50 persen dalam waktu 40 hari,” ujar Davin, Kamis (19/03/2026).
Davin mengaku semakin yakin karena latar belakang Syarif Bastaman yang disebut sebagai figur publik. Namun, jaminan yang diberikan hanya berupa kwitansi sederhana bermaterai.
Seiring berjalannya waktu, Davin menerima cek senilai Rp3 miliar dari anak Syarif, Aziz, yang diterbitkan oleh Bank Mandiri Cabang Jakarta Sudirman Plaza. Namun saat hendak dicairkan pada 14 Desember 2025 di Indofood Tower, cek tersebut ditolak karena saldo tidak mencukupi.
“Setelah saya cek ke bank, ternyata dananya tidak ada. Saat itu saya mulai sadar kemungkinan telah menjadi korban penipuan,” ungkapnya.
Davin mengaku telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, namun tidak mendapat tanggapan. Ia kemudian melayangkan dua kali somasi, yang juga tidak direspons.
Akhirnya, pada 31 Desember 2025, Davin melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/9555/XXII/2025/SPKT.
“Saya sudah mencoba jalur komunikasi dan somasi, tapi tidak ada itikad baik. Akhirnya saya tempuh jalur hukum,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Syarif Bastaman bersama pihak-pihak yang disebutkan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media, baik dengan mendatangi kediaman maupun kantor PT Syabas Energi di Indofood Tower, belum membuahkan hasil.
Demikian pula konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada pihak terkait juga belum mendapat respons.
(Armada)
