SERANG, penasultan.co.id – Pekerjaan Belanja Modal Jalan Lainnya di kawasan Highland Park, Kota Serang Baru (KSB), yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang Bidang Perumahan, terus menjadi perhatian publik.
Proyek yang bersumber dari APBD Kota Serang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp2.776.302.000 tersebut saat ini masih dalam tahap pelaksanaan oleh CV Mitra Perkasa Mandiri.
Sebelumnya, proyek tersebut mendapat sorotan dari sejumlah aktivis yang mempertanyakan kualitas pekerjaan, mulai dari material yang digunakan, ketebalan lantai kerja (lean concrete/LC), hingga pemasangan saluran U-Ditch yang dinilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kesesuaian dengan spesifikasi teknis.
Menanggapi berbagai tudingan tersebut, pihak pelaksana proyek, Ade, menegaskan bahwa pekerjaan yang sedang berjalan telah mengacu pada gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Menurutnya, sejumlah informasi yang beredar di media tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi pekerjaan di lapangan.
“Beberapa hal yang disampaikan perlu diluruskan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh. Untuk pekerjaan ini, besi ring menggunakan diameter 8 milimeter, besi tulangan diameter 10 milimeter, dan besi dowel diameter 25 milimeter. Seluruh material yang digunakan mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujar Ade kepada wartawan, Sabtu, (30/05/2026)
Ia menjelaskan, ketebalan lantai kerja atau LC yang digunakan mencapai 5 sentimeter, sementara ketebalan beton jalan direncanakan setebal 20 sentimeter sesuai desain konstruksi.
Terkait pemasangan saluran U-Ditch yang sempat menjadi sorotan, Ade memastikan pekerjaan dilakukan sesuai tahapan teknis.


“Pemasangan U-Ditch tidak dilakukan secara sembarangan. Lokasi galian terlebih dahulu dikeringkan, kemudian dilakukan persiapan dasar sebelum U-Ditch dipasang. Panjang pasangan drainase mencapai sekitar 400 meter di sisi kanan dan kiri jalan, dengan kedalaman yang mengikuti kontur tanah menuju outlet saluran,” jelasnya.
Menurut Ade, kedalaman galian bervariasi mulai dari satu meter hingga mencapai 2,6 meter pada titik tertentu, sehingga proses pekerjaan membutuhkan penyesuaian kondisi lapangan agar fungsi drainase dapat berjalan optimal.
Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan warna batu yang terlihat di lapangan tidak dapat dijadikan indikator kualitas material.
“Material batu berasal dari beberapa sumber pemasok yang memenuhi kebutuhan proyek. Perbedaan warna merupakan hal yang wajar dan tidak serta-merta menunjukkan adanya perbedaan mutu. Yang menjadi acuan adalah hasil uji dan kesesuaian spesifikasi teknis, bukan semata-mata warna material,” katanya.
Terkait dokumentasi pekerja yang disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), Ade menilai foto yang beredar diambil saat pekerja sedang beristirahat.
“Saat proses pekerjaan berlangsung, seluruh pekerja diwajibkan menggunakan APD sesuai ketentuan keselamatan kerja. Foto yang beredar kemungkinan diambil ketika pekerja sedang jeda istirahat sehingga tidak menggambarkan kondisi keseluruhan aktivitas proyek,” ungkapnya.
Meski demikian, Ade menegaskan pihaknya terbuka terhadap pengawasan dari masyarakat, media, maupun lembaga sosial kemasyarakatan.
“Kami tidak keberatan diawasi. Justru pengawasan publik menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai aturan. Jika ada masukan yang konstruktif, tentu akan menjadi bahan evaluasi bersama,” tambahnya.
HPN Kota Serang: Proyek Sangat Strategis untuk Mengatasi Banjir
Dukungan terhadap proyek tersebut juga datang dari kalangan aktivis. Ketua LSM Himpunan Pemuda Nasional (HPN) Kota Serang, Sahrudin, menilai pembangunan jalan dan drainase di kawasan Highland Park KSB merupakan pekerjaan yang sangat penting dan mendesak bagi masyarakat.
Menurutnya, kawasan tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik rawan genangan bahkan banjir ketika curah hujan tinggi mengguyur Kota Serang.
“Kami melihat proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi juga bagian dari upaya penanganan persoalan drainase yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Lokasinya berada di kawasan strategis, tepat di depan pusat pemerintahan Kota Serang, sehingga keberadaan infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan,” kata Sahrudin.
Ia menjelaskan, setiap musim penghujan kawasan tersebut kerap mengalami genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat maupun mobilitas kendaraan.
Karena itu, menurutnya, pembangunan drainase dan peningkatan kualitas jalan harus didukung sepanjang dilaksanakan sesuai aturan dan spesifikasi yang berlaku.
“Kami mendukung pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Yang terpenting adalah kualitas pekerjaan harus dijaga, pengawasan dilakukan secara terbuka, dan seluruh pihak menjalankan fungsi kontrolnya secara proporsional,” ujarnya.
Sahrudin juga mengajak masyarakat untuk memberikan ruang kepada pelaksana proyek menyelesaikan pekerjaan sebelum dilakukan penilaian akhir terhadap hasil pembangunan.
“Proyek ini masih berjalan. Tentu pengawasan tetap diperlukan, namun evaluasi yang objektif sebaiknya dilakukan setelah pekerjaan selesai dan dapat diuji manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, pekerjaan peningkatan jalan dan pembangunan drainase di kawasan Highland Park Kota Serang Baru masih berlangsung. Berbagai pihak berharap proyek tersebut dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut.
(Redaksi)
