Serang, penasultan.co.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhumah Muhayaroh, warga Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang. Keluarga menyampaikan dugaan keterlambatan penanganan medis saat proses persalinan yang disebut berujung pada meninggalnya korban usai mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Serang.
Keterangan tersebut disampaikan pihak keluarga saat dikonfirmasi awak media pada Jumat (15/05/2026).
Ibu korban, Siti Ratna Wati, menjelaskan bahwa anaknya mulai mengalami tanda-tanda persalinan dan langsung dibawa ke Puskesmas Gunungsari sekitar pukul 11.30 WIB, didampingi suami korban, Muhriji, serta seorang dukun bayi bernama Bu’ah yang selama ini membantu proses pendampingan kehamilan.
“Setibanya di puskesmas, kondisi terlihat sepi. Mobil ambulans ada, tapi tidak ada sopir maupun petugas yang bisa langsung membantu. Kami menunggu cukup lama, dari sekitar pukul 11.30 WIB sampai 12.10 WIB, namun tidak ada petugas yang datang,” ungkap Siti Ratna Wati kepada awak media.
Hal senada disampaikan Ratna Sari, adik almarhumah. Ia mengaku pihak keluarga sempat meminta bantuan kepada seorang kader posyandu berinisial L. Namun, menurut informasi yang diterima, bidan yang biasa bertugas sedang tidak dapat hadir karena sedang menjaga anaknya yang sakit di rumah sakit.
“Kami sempat disarankan untuk menunggu hingga pukul 14.00 WIB,” ujarnya.
Saat ditanya terkait pemeriksaan kehamilan almarhumah, keluarga menyebut bahwa pemeriksaan rutin dilakukan melalui kegiatan posyandu.
“Kalau tidak salah sekitar empat sampai lima kali periksa selama masa kehamilan, semuanya di posyandu,” kata Siti Ratna Wati.
Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui bahwa almarhumah mengandung bayi kembar. Menurut mereka, kondisi tersebut baru diketahui saat proses persalinan berlangsung.
Setelah dari puskesmas, korban kemudian dibawa ke seorang bidan berinisial Y. Di lokasi tersebut, korban berhasil melahirkan satu bayi. Namun belakangan diketahui masih terdapat satu bayi lain di dalam kandungan.
“Bidan juga mengaku tidak mengetahui bahwa itu kehamilan kembar. Sebelumnya hanya menyampaikan kemungkinan bayinya besar,” tutur keluarga.
Melihat kondisi tersebut, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bunda sekitar pukul 20.30 WIB menggunakan kendaraan angkutan umum.
Setelah menjalani penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Dugaan sementara yang berkembang di pihak keluarga adalah korban mengalami kehabisan darah akibat terlambat mendapatkan penanganan optimal. Namun demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu keterangan resmi dari pihak rumah sakit.
Saat dikonfirmasi, pihak humas rumah sakit melalui Egi dan Hasan menyatakan telah menerima pengaduan keluarga dan akan memberikan penjelasan resmi setelah berkoordinasi dengan dokter yang menangani pasien.
“Kami sudah menerima pengaduan ini. Penjelasan lengkap akan disampaikan setelah ada keterangan dari dokter yang menangani,” ujar pihak humas.
Sementara itu, awak media juga melakukan konfirmasi ke pihak Puskesmas Gunungsari. Salah satu staf tata usaha berinisial TM disebut membantah adanya kedatangan korban pada waktu yang dimaksud.
Namun dalam pertemuan tersebut, dua bidan berinisial AS dan AN datang dan menyampaikan kemungkinan keluarga memang sempat datang ke fasilitas kesehatan tersebut.
Pernyataan yang berbeda ini memunculkan tanda tanya terkait prosedur pelayanan dan pencatatan pasien di puskesmas.
Menanggapi hal itu, warga Kecamatan Gunungsari, Maman Amin, menyampaikan keprihatinannya dan meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan, khususnya penanganan ibu bersalin.
“Persoalan ini harus menjadi perhatian serius. Penanganan ibu bersalin adalah layanan darurat yang membutuhkan respon cepat. Jangan sampai ada pembiaran atau saling lempar tanggung jawab,” tegasnya.
Ia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Serang segera turun tangan melakukan investigasi dan mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya kelalaian.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat sesuai kaidah jurnalistik.
(Tim Redaksi)
