back to top
19.8 C
Indonesia
Senin, September 1, 2025

Buy now

Proyek Jalan Cibadak-Tegal Sari Diduga Sarat Kejanggalan: Anggaran Ratusan Juta, Pekerjaan Kilat Sehari!

Serang Proyek rekonstruksi jalan di wilayah Cibadak–Tegal Sari, Kota Serang, kembali menjadi sorotan. Pasalnya, proyek dengan nilai kontrak Rp199.500.000 itu disinyalir penuh kejanggalan. Salah satunya, pekerjaan yang seharusnya diselesaikan dalam waktu 60 hari kalender justru rampung hanya dalam satu hari!

Dari pantauan lapangan yang dilakukan awak media pada Senin (24/3), terlihat proses pengaspalan alias hotmix berlangsung terburu-buru dan terkesan asal jadi. Dugaan kuat mengarah pada pelaksanaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Penggunaan alat pemadatan pun menjadi sorotan—bukan Tandem Roller Double Drum seperti yang seharusnya, melainkan alat seadanya yang tak mampu memadatkan agregat besar secara optimal.

“Setahu saya, kalau pakai drum satu dan ban belakang kecil seperti itu, ya hasil pemadatannya pasti kurang maksimal,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Yang lebih mencengangkan, papan informasi proyek (PIP) jelas mencantumkan waktu pelaksanaan selama 60 hari. Namun fakta di lapangan berkata lain: proyek dikerjakan hanya dalam satu hari. Hal ini memicu pertanyaan tajam—benarkah Hari Ongkos Kerja (HOK) hanya formalitas belaka? Atau ada ‘bancakan’ anggaran yang terjadi?

Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, pengawas lapangan yang dikenal dengan sapaan Bob justru memilih bungkam. Bahkan saat ditelepon beberapa kali, tak satu pun panggilan dijawab. Sikap diam ini tentu saja memperkuat dugaan ada sesuatu yang sedang ditutupi.

Hal senada terjadi saat Kepala Seksi Bina Marga, Ofa, dimintai klarifikasi. Alih-alih memberi jawaban tegas, ia hanya menulis singkat: “Mohon maaf, lagi ralat sama inspektorat.” Sebuah alasan yang terasa mengambang, dan seakan berupaya menghindari pertanggungjawaban di ruang publik.

Sebagai informasi, proyek ini digarap oleh CV. CINTRAKTOR dan diawasi oleh konsultan PT. Citra Nusa Konsulido. Dana proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang seharusnya dikelola dengan transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat.

Namun, dengan realita pekerjaan yang hanya sehari dan alat berat yang tidak sesuai, publik patut bertanya—ke mana sebenarnya dana ratusan juta itu mengalir?

Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi. Ketika pengawasan minim, transparansi tak ada, dan pertanggungjawaban nihil—maka jangan heran bila masyarakat kehilangan kepercayaan.

Proyek ratusan juta hanya dikerjakan satu hari. Papan informasi mencantumkan 60 hari. Kualitas diragukan. Lantas, siapa yang harus bertanggung jawab?

(Sahrudin)

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan

TRENDING

Waspada Skema Makin Rapi! Janji Pengembalian Dana di Aplikasi N15Ad Diduga Tipuan Lanjutan Lewat...

12
Serang penasultan.co.id – Dugaan penipuan digital berkedok pekerjaan online lewat aplikasi N15AdJob atau Next15Ad makin terang benderang. Setelah banyak korban mengaku tertipu oleh skema...

Resmi Ambruk! Aplikasi N15Ad dan Situs Refund ZCMOB Down Total per 1 Juli 2025

5
Serang – penasultan.co.id | Skandal penipuan digital yang melibatkan aplikasi kerja online N15AdJob akhirnya memasuki klimaks tragis: aplikasi resmi tidak dapat diakses per Selasa,...

Terbongkar! Aplikasi N15 AdJob Diduga Kuat Modus Penipuan Online Terorganisir, Masyarakat Diminta Waspada

0
Serang – Publik kembali dihebohkan dengan munculnya aplikasi berlabel “pekerjaan digital” bernama Next15Ad atau N15AdJob yang belakangan ini diduga kuat merupakan modus penipuan online...

Bisakah Uang Jaminan di Aplikasi N15 Dikembalikan? Berikut ini Faktanya

0
Serang – penasultan.co.id | Ribuan masyarakat kini menaruh harapan pada satu pertanyaan besar: apakah uang jaminan kerja yang disetor ke aplikasi N15AdJob bisa dikembalikan?...

Bongkar Mafia Tanah! Polda Banten Tangkap Otak Penyerobotan Lahan di Kragilan

0
Serang – Polda Banten kembali menunjukkan tajinya dalam memberantas praktik mafia tanah di wilayah hukumnya. Kali ini, Melalui Penyidik Subdit Harda (Harta Benda) berhasil...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini