SERANG, penasultan.co.id – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat. Lonjakan harga dinilai cukup signifikan dan memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah kebutuhan dasar dilaporkan mengalami kenaikan, mulai dari bahan plastik kemasan, sayur-sayuran, hingga komoditas pangan lainnya. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan dalam mengatur pengeluaran sehari-hari.
Seorang ibu rumah tangga asal wilayah kecamatan Walantaka, Kota Serang, yang enggan disebutkan namanya mengaku kenaikan harga terasa sejak beberapa waktu terakhir. Ia juga mengaitkan kondisi tersebut dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya berdampak pada harga di pasaran.
“Sejak ada program itu, harga-harga jadi naik. Kami jadi kesulitan mengatur pengeluaran,” ujarnya saat ditemui, Kamis (23/04).
Ia menambahkan, kenaikan harga dirasakan lebih berat oleh masyarakat berpenghasilan rendah dibandingkan kalangan mampu.
“Kalau yang ekonominya cukup mungkin tidak terlalu terasa. Tapi bagi kami, ini sangat memberatkan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pedagang kecil. Mereka mengaku mengalami dilema dalam menentukan harga jual akibat naiknya harga bahan baku.
Salah seorang pedagang, Rudi (nama samaran), mengatakan dirinya harus berhitung cermat agar tidak merugi, namun tetap mempertahankan daya beli konsumen.
“Kalau harga dinaikkan takut pembeli berkurang, tapi kalau tidak dinaikkan kami bisa rugi. Kami berharap ada solusi dari pemerintah,” ungkapnya.
Sebagian masyarakat juga berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan yang dinilai berdampak pada kenaikan harga, serta menghadirkan langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kenaikan harga tersebut maupun langkah penanganannya.
(Sah/Japra)
