back to top
19.7 C
Indonesia
Sabtu, Desember 6, 2025

Buy now

Program Ketapang 2022 Budidaya Ikan Lele Didesa Suka Negara Diduga Tidak Terawat

PENASULTAN.CO.ID, SERANG –>> program Ketahanan Pangan (Ketapang) tahun 2022 Budidaya Ikan Lele di kampung pengabean desa suka negara kecamatan pontang kabupaten Serang Banten diduga dalam pelaksanaan nya dikuasai oknum kepala desa sendiri, Serta tidak terawat dan tidak terpelihara dengan baik.

Pasalnya dari hasil pantauan media dari beberapa RT mulai dari RT 02, RT 03 dan RT 05, dan warga setempat mengatakan bahwasanya mereka belum pernah menerima atau di perdayakan dengan dana Anggaran  ketahanan pangan yang di Alokasikan untuk ternak bibit lele padahal mereka sudah mengusulkan namun sampai sekarang belum terealisasikan,

Di temui di kediaman nya di kampung tambak baya desa suka negara, Madsupi selaku RT 05 RW 06 .mengatakan bahwa dari dulu juga belum pernah menerima program ketahanan pangan,

“Kades yang baru ini juga (Saepudin) dia kan sudah 2 tahun menjabatnya tapi belum pernah terealisasikan program Ketapang, padahal saya kalau untuk pengajuan sudah, ucapnya.

Di tempat lain Senada dengan RT 05, Raspendi selaku RT 02 dan sekaligus Guru PNS ditemui di SDN Bumi jaya mengatakan bahwa kalau dirinya menerima program itu pasti diberikan kepada yang lain,

“saya belum pernah nggak tahu kalau yang lainnya kalau pun saya di kasih juga untuk program ketahanan pangan itu seperti ternak bebek atau lele pasti saya kasih lagi sama orang lain, sudah begini saja kalau ingin lebih jelasnya tanya saja pak lurah lah, Ujar Dia.

Sementara itu ditemui haji Hamzah selaku pengurus ketahanan pangan yang ikut dalam sosialisasi namun kata dia waktu pencairan dana Ketapang tidak di beri tahu apalagi untuk di perdayakan semua diambil alih oleh pak kades,

” Waktu sosialisasi nya saya juga ikut di balai desa tuh mana-mana yang bakal dicair akan tetapi sudah dalam pencairan boro-boro di berdayakan di kasih tahu juga nggak, jelasnya Senin 04/09/23.

Haji Hamzah menambah ” bahwa program itu sudah berjalan satu tahun perminggu nya juga setiap panennya ton -tonan pak, bener pak, biarin saya bicara sesuai Fakta ya pak biar semuanya jelas, tandasnya.

Hal senada juga disampaikan H. Topik selaku ketua kelompok masyarakat (pokmas) sekaligus ketua ketahanan pangan mengatakan bahwa benar lokasi ternak lele untuk ketahanan pangan itu lokasi sebelah Utara dari rumah kepala desa,

” Ya benar di sebelah Utara itu deket rumah kades yang pasnya di pinggir gedung balai warga kolam ikan nya, untuk lebih jelasnya prihal program itu silahkan saja hubungi pak  kades saja, setau saya kalau hari ini pak kades nya lagi ngambil ambulance di dinas DPMD, sore saja ke sini lagi, prihal bibit lele waktu itu mah pada mati itu kemungkinan sekarang tidak berjalan. ujarnya.

Namun saat dipertanyakan berapa yang mati..? Ada tidak berita acaranya.? H. Topik mengatakan, sudah ke pak lurah saja lah. Pungkasnya.

Di hubungi melalui pesan WhatsApp Kepala Desa Saepudin mengatakan bahwa apa yang disampaikan warga nya itu hoak,

“Kata siapa waktu musdes kan di balai di kantor desa ada pendamping kecamatan pontang Samid ada udah ad Ex, Bank Hoax itu mah, itu sudah di musdeskan ex bank juga pendamping kecamatan juga ada kan di bangun itu lagian dana Ketapang tersebut nggak memungkinkan, itu sebenarnya kalau di bangunkan itu tidak cukup, kalau bener itung-itungan tapi namanya lurah gi mana caranya punya kebijakan supaya selesai, tetap lah atuh ketua, bendahara, terus apa itu satunya sekertaris ada di bentuk. Ucapnya dengan nada tinggi.

Saepudin melanjutkan ” jadi gini ya kan sudah di monef dari kecamatan baik dari inspektorat, kan udah perwakilan sudah ke situ sudah beres terus nanya-nanyain sampai kesitu gimana kan udah itu di tinjau. Ada waktu musim banjir sampai ke rumah ada, Sekarang waktu kemarau lele ngga ada air Pada mati, untuk Anggaran ternak lele nya, Sekitar kurang lebih, Rp 15.000.000. Katanya.

Lanjut kades dirinya menjelaskan untuk di rencana anggaran biaya (RAB) itu menggunakan bambu,

“RABnya, bambu, jaring, tempat lele dan kolam, Bambu waring blong, kolam terpal dan ongkos pekerja, Ngga di belikan lele semua lah sesuai dengan RAB, sesuai yang sudah  di catat itu, jelasnya

Namun ketika di pertanyakan dengan anggaran 15 Juta di belikan lele berapa?
Serta dokumentasi ikan lele Yang mati, serta berita acaranya, kades suka negara memilih bungkam, hal ini diduga program ketahanan pangan (Ketapang) 2022 Didesa suka negara tidak terpelihara.

Reporter: Tisna/Sarman,cs

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan

TRENDING

Waspada Skema Makin Rapi! Janji Pengembalian Dana di Aplikasi N15Ad Diduga Tipuan Lanjutan Lewat...

12
Serang penasultan.co.id – Dugaan penipuan digital berkedok pekerjaan online lewat aplikasi N15AdJob atau Next15Ad makin terang benderang. Setelah banyak korban mengaku tertipu oleh skema...

Resmi Ambruk! Aplikasi N15Ad dan Situs Refund ZCMOB Down Total per 1 Juli 2025

5
Serang – penasultan.co.id | Skandal penipuan digital yang melibatkan aplikasi kerja online N15AdJob akhirnya memasuki klimaks tragis: aplikasi resmi tidak dapat diakses per Selasa,...

Terbongkar! Aplikasi N15 AdJob Diduga Kuat Modus Penipuan Online Terorganisir, Masyarakat Diminta Waspada

0
Serang – Publik kembali dihebohkan dengan munculnya aplikasi berlabel “pekerjaan digital” bernama Next15Ad atau N15AdJob yang belakangan ini diduga kuat merupakan modus penipuan online...

Bisakah Uang Jaminan di Aplikasi N15 Dikembalikan? Berikut ini Faktanya

0
Serang – penasultan.co.id | Ribuan masyarakat kini menaruh harapan pada satu pertanyaan besar: apakah uang jaminan kerja yang disetor ke aplikasi N15AdJob bisa dikembalikan?...

Bongkar Mafia Tanah! Polda Banten Tangkap Otak Penyerobotan Lahan di Kragilan

0
Serang – Polda Banten kembali menunjukkan tajinya dalam memberantas praktik mafia tanah di wilayah hukumnya. Kali ini, Melalui Penyidik Subdit Harda (Harta Benda) berhasil...
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Anda tidak dapat menyalin konten halaman ini