Kadis Pendidikan Kota Serang Akan Turun ke Lapangan, Polemik Dugaan “Curi Spek” RKB SDN Pancur Kian Memanas

Serang, penasultan.co.id – Polemik dugaan “curi spesifikasi” dalam pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, terus berlanjut. Setelah sorotan terhadap minimnya pengawasan dan dugaan ketidaksesuaian struktur pembesian, kini Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang, Ahmad Nuri, menyatakan akan turun langsung ke lokasi proyek.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Nuri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh penasultan.co.id pada Senin (28/04/2026).

“Siap nanti saya ke lapangan,” ujarnya singkat.

Saat ditanya apakah akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi proyek, ia menegaskan, “Iya nanti kita cek,” serta menyebutkan akan melibatkan PPTK dalam peninjauan tersebut.

Namun, ketika ditanya terkait kemungkinan pembongkaran apabila ditemukan ketidaksesuaian ukuran pembesian yang telah terpasang, Ahmad Nuri hanya menjawab singkat, “Kita harus esyai,” tanpa memberikan penjelasan lebih rinci.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan Kota Serang, Reni, mengklaim telah melakukan langkah awal dengan memanggil konsultan pengawas serta meninjau langsung lokasi proyek.

“Terkait berita ini saya sudah komunikasi dengan tim media, sudah panggil konsultan pengawas juga, dan saya sudah cek lokasi. Ketemu mandor dan pengawas konsultan,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.

Reni juga menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa dokumen pembelian material dan menyebutkan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Sudah kami cek nota pembelanjaan sesuai RAB,” katanya.

Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait fakta di lapangan yang menunjukkan dugaan perbedaan ukuran besi yang terpasang dengan spesifikasi dalam dokumen, Reni tidak memberikan jawaban tegas. Ia justru mengarahkan agar penjelasan lebih lanjut disampaikan oleh konsultan pengawas.

“Langsung akan dijelaskan oleh konsultan pengawas,” ujarnya singkat, sembari menawarkan kontak pihak pengawas.

Ketika ditanya mengenai langkah konkret terhadap material yang diduga tidak sesuai spesifikasi—apakah akan dibongkar atau tetap digunakan—Reni tidak lagi memberikan respons hingga berita ini ditayangkan.

Sebelumnya, tim penasultan.co.id menemukan adanya dugaan ketidaksesuaian ukuran pembesian pada struktur tiang dan cincin (begel) yang terpasang di proyek tersebut. Dugaan ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan aktivis, yang menilai pengawasan proyek sangat lemah.

Publik kini menanti langkah tegas dari Dinas Pendidikan Kota Serang serta pihak terkait untuk memastikan kualitas pembangunan sesuai standar. Transparansi dan tindakan nyata dinilai penting guna menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dalam proyek pembangunan sarana pendidikan.

Selain itu, desakan juga menguat agar Aparat Penegak Hukum (APH) turut turun tangan jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek yang dibiayai dari APBD tersebut.

(Red*)

Subscribe

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Tetap Terhubung

1,250FansSuka
1,506PengikutMengikuti
550PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru